Fakultas di Universitas Indonesia atau UI Yang Berlokasi di Salemba Jakarta

Fakultas di Universitas Indonesia atau UI Yang Berlokasi di Salemba Jakarta

Fakultas Kedokteran
Kedokteran Gigi
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Sastra
Hukum
Ekonomi
Teknik
Psikologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Kesehatan Masyarakat
llmu Komputer
Fakultas Keperawatan.
Berdirinya Universitas Indonesia di Depok

Kampus baru Universitas Indonesia atau UI berlokasi di Depok pada 1987. Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 5 September 1987. Sebelumnya ada tiga lokasi kampus di Jakarta, yakni Salemba, Pegangsaan Timur, dan Rawamangun. Setelah kampus baru didirikan di lahan seluas 320 hektare di Depok, kampus Rawamangun yang mencakup sebagian fakultas dipindah.

Sejarah Universitas Indonesia atau UI, Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2023

Universitas Indonesia atau UI adalah Universitas paling baik di Indonesia versi Quacquarelli Symonds World University Ranking atau QS WUR 2023 dikutip dari laman https://www.smkn5-tng.com/

Segudang peristiwa sudah ditorehkan UI sebagai kampus tertua di Indonesia apalagi di Asia. Berikut ini peristiwa UI sejak awal berdiri sampai sekarang.

Berawal berasal dari sekolah kedokteran

Sejarah panjang Universitas Indonesia atau UI diawali pada th. 1849. Pemerintah Kolonial Belanda pada selagi itu mendirikan sekolah kedokteran. Latar belakang pendirian sekolah kedokteran gara-gara pada jaman itu terjadi lonjakan penduduk di Pulau Jawa. Sehingga menyebabkan persoalan kesehatan. Tenaga kesegaran tetap benar-benar sedikit, sedangkan kebutuhan tenaga kesegaran seperti dokter benar-benar meningkat.

Kebutuhan dokter yang mendesak kelanjutannya mendorong Pemerintah Kolonial Belanda perlu mencetak dokter-dokter tambahan untuk mendukung dokter yang sudah ada. Kemudian didirikan sebagai sekolah kedokteran pada th. 1849 yang jadi cikal akan Fakultas Kedokteran UI.

Saat awal pendirian, sekolah tersebut fokus pada pengetahuan kedokteran, tepatnya pendidikan tenaga mantri. Setelah sempat mengalami perubahan nama di akhir abad 19, tepatnya di th. 1898, nama Dokter-Djawa School berubah jadi School tot Opleiding van Indische Artsen (School of Medicine for Indigenous Doctors) atau dikenal terhitung sebagai STOVIA.

Selama 75 th. STOVIA merupakan daerah pendidikan paling baik untuk calon dokter di Indonesia. Dalam rangka mengembangkan kualitas pendidikan, STOVIA yang merupakan sekolah menengah ditutup pada 1927. Setelah itu di th. yang serupa status lembaga pendidikan STOVIA ditingkatkan setara pendidikan tinggi dengan sekolah kedokteran dan empat sekolah tinggi lain di sebagian kota di Jawa yakni:

Technische Hoogeschool te Bandoeng (Fakultas Teknik) di Bandung pada 1920.
Recht Hoogeschool (Fakultas Hukum) di Batavia pada 1924.
Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Kemanusiaan) di Batavia pada 1940.
Faculteit van Landbouwweteschap (Fakultas Pertanian) di Bogor pada 1941.
Nood-universiteit (Universitas Darurat), yang dibangun pada th. 1946.
Berdirinya Universitas Indonesia di Salemba

Nood-universiteit kemudian berganti nama jadi Universiteit van Indonesië di Yogyakarta yang selagi itu jadi ibu kota negara pada 1947. Universitas ini kemudian ubah ke Jakarta pada 1949 setelah Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia.

Dalam perjalannya, Universiteit van Indonesië kemudian disatukan jadi “Universiteit Indonesia” pada 1950 dengan membentuk sebagian fakultas. Fakultas tersebut yakni Kedokteran, Hukum, Sastra, dan Filsafat di Jakarta. Fakultas Teknik di Bandung, Fakultas Pertanian di Bogor, Fakultas Kedokteran Gigi di Surabaya, dan Fakultas Ekonomi di Makasar.

Pada periode th. 1954-1963 sebagian fakultas yang berlokasi di luar Jakarta ditingkatkan jadi kampus mandiri. Ini jadi cikal akan berdirinya kampus negeri di bermacam kota di Indonesia. Sementara itu, fakultas-fakultas yang berada di Jakarta selamanya jadi anggota berasal dari Universiteit Indonesia atau dikenal dengan Universitas Indonesia.